Pupuk Persyarikatan untuk Ketahanan Pangan Nasional

Produktivitas pertanian tidak hanya ditentukan oleh ketersediaan bibit unggul dan sistem irigasi yang baik, tetapi juga oleh penggunaan pupuk yang bermutu, berimbang dan tepat (jenis, ukuran dan waktu). Pupuk organik berperan dalam memperbaiki struktur dan kesuburan tanah dalam jangka panjang. Sedangkan pupuk anorganik dibutuhkan untuk memberikan asupan beragam nutrisi yang dibutuhkan tanaman untuk berproduksi. Penggunaan pupuk anorganik secara berlebihan beresiko menurunkan kualitas tanah. Karena itu, keduanya harus diaplikasikan secara berimbang, tepat dan terukur.

PT Mentari Niaga Utama (MeNU), sebagai Badan Usaha Milik Muhammadiyah (BUMM) yang bergerak di industri pupuk dan agribisnis, berkomitmen menghadirkan produk-produk berkualitas untuk mendukung kebutuhan petani. Sejak Juni 2025, MeNU merintis Suryaganic, pupuk persyarikatan yang dirancang untuk meningkatkan produktivitas tanaman pangan dan hortikultura, khususnya untuk memenuhi kebutuhan Jaringan Tani Muhammadiyah (JATAM).

JATAM (Jamaah Tani Muhammadiyah) diresmikan pendiriannya pada Rapat Koordinasi Nasional Majelis Pemberdayaan Masyarakat (MPM) Pimpinan Pusat Muhammadiyah pada Maret 2018 di Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS). Anggotanya meliputi petani tanaman pangan dan hortikultura, pekebun ladang dan hutan, peternak unggas serta ruminansia, hingga pembudidaya ikan air tawar dan payau.

Sebagai bagian dari umat, bangsa, dan negara, kader Muhammadiyah berkomitmen untuk aktif dalam tugas keumatan, kebangsaan, dan kemanusiaan. Sinergi dibangun secara internal antara majelis, organisasi otonom, amal usaha, dan BUMM. Serta secara eksternal bekerjasama dengan pemerintah, lembaga negara, BUMN, dan berbagai elemen bangsa lainnya. Upaya gotong royong ini diarahkan untuk mewujudkan keamanan, ketahanan, kemandirian, dan kedaulatan pangan nasional.

Share the Post:

Berita Populer

Scroll to Top