Kulon Progo— Bendahara Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah periode 2022–2027, Prof. Hilman Latief, M.A., Ph.D., melakukan kunjungan ke PT Mentari Niaga Utama (MNU), Jumat Kliwon 21 Agustus 2026.
PT MNU adalah salah satu Badan Usaha Milik Muhammadiyah (BUMM) di bawah Dana Pensiun Syariah PP Muhammadiyah. Kedatangan Prof Hilman disambut Komisaris Khafid Sirotudin dan Direksi Sugiarto.
Dalam kunjungan kali ini, beliau memberikan arahan dan diskusi tentang pengembangan BUMM. Prof. Hilman juga meninjau langsung proses produksi pupuk organik. Salah satu lini bisnis utama PT Mentari Niaga Utama.
Saat ini, perusahaan baru memulai memproduksi pupuk sekitar 18–20 ton per hari untuk 1 shift dan 1 unit mesin. Artinya ke depan bisa ditingkatkan menjadi 4 kali lipat: 70-80 ton per hari untuk 2 unit mesin dan 2 shift.
Manajemen PT MNU berusaha mengembangkan kemitraan dengan PT Pupuk Indonesia, pemerintah dan berbagai kalangan. Kerja sama diarahkan untuk mendukung produktivitas pertanian, khususnya tanaman pangan dan hortikultura. Sekaligus membantu pemerintah dalam mewujudkan dan menjaga ketahanan pangan nasional.
Prof. Hilman menyampaikan apresiasi terhadap aktivitas produksi dan kemitraan yang telah dibangun PT Mentari Niaga Utama. Menurutnya, pengembangan BUMM perlu terus diarahkan agar mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya dalam mendukung sektor pertanian.
“Harapan kami, PT Mentari Niaga Utama bisa terus berkembang dan menjadi mitra bagi petani Indonesia,” ujar Prof. Hilman.
Kunjungan tersebut menjadi bagian dari perhatian Pimpinan Pusat Muhammadiyah terhadap pengembangan BUMM sebagai salah satu instrumen penguatan ekonomi Persyarikatan. Melalui pengelolaan usaha yang profesional dan kemitraan yang luas, PT Mentari Niaga Utama diharapkan mampu meningkatkan kapasitas produksi, memperluas manfaat bagi masyarakat, menjadi mitra produksi bagi petani serta mengurangi pengangguran.
Dengan potensi produksi serta bermitra dengan banyak pihak, PT MNU diharapkan mampu tumbuh menjadi BUMM yang berkemajuan , berkontribusi nyata dalam memperkuat ekosistem pertanian dan ketahanan pangan Indonesia.
Kontributor: Rafi





