Titiek Soeharto Soroti Produktivitas Padi dan Dukungan Bagi Petani
KLATEN — Panen raya padi di Desa Wonosari, Kecamatan Trucuk, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, menjadi momentum untuk memperkuat upaya peningkatan produktivitas pertanian dan ketahanan pangan nasional. Kegiatan yang berlangsung pada Jumat (10/7/2026) tersebut menyoroti potensi hasil panen padi hingga 10 ton per hektare, sekaligus diikuti penyerahan bantuan sarana pertanian kepada petani.
Ketua Komisi IV DPR RI Titiek Soeharto, hadir dalam kegiatan panen raya yang melibatkan Pemerintah Daerah dan para pemangku kepentingan sektor pertanian. Sebagaimana diberitakan Solopos (10/7/2026), capaian hasil panen pada lahan percontohan menjadi salah satu perhatian dalam upaya mendorong peningkatan produksi padi di daerah.
“Momentum panen raya ini hendaknya semakin memperkuat komitmen kita untuk membangun pertanian yang produktif, modern, dan berpihak kepada petani,” ujar Titiek dikutip dari Solopos (10/7/2026)
Dukungan terhadap petani juga diwujudkan melalui penyerahan bantuan pertanian. Suara Merdeka Solo (11/7/2026) melaporkan bahwa Komisi IV DPR RI menyerahkan 108 ton pupuk Petroganik serta sejumlah peralatan pertanian. Termasuk satu buah drone untuk mendukung kegiatan budidaya dan produktivitas petani di Kabupaten Klaten.
Dalam kegiatan tersebut, Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo menyampaikan apresiasi atas dukungan yang diberikan kepada petani. Ia berharap bantuan tersebut dapat meningkatkan motivasi petani sekaligus memperkuat komitmen Kabupaten Klaten dalam mempertahankan perannya sebagai salah satu penyangga pangan di Jawa Tengah.
“Ini akan menambah motivasi kami untuk mempertahankan Klaten tetap menjadi penyangga pangan Jawa Tengah,” ujar Hamenang (Suara Merdeka Solo 11/7/2026).
Pernyataan itu menegaskan pentingnya dukungan berkelanjutan bagi sektor pertanian, terutama melalui ketersediaan sarana produksi, pengembangan teknologi, dan penguatan kapasitas petani. Upaya peningkatan hasil panen juga perlu disertai pengelolaan lahan yang tepat agar produktivitas dapat dipertahankan dalam jangka panjang.
Panen raya tersebut sekaligus memperlihatkan bahwa peningkatan produksi pangan membutuhkan sinergi berbagai pihak. Selain dukungan pemerintah, keberhasilan pertanian turut dipengaruhi oleh penerapan teknik budidaya yang sesuai, penggunaan pupuk berdasarkan kebutuhan tanaman, serta pemanfaatan teknologi yang dapat membantu meningkatkan efisiensi usaha tani.
Momentum panen raya di Klaten pada akhirnya menjadi pengingat bahwa keberhasilan pembangunan pertanian tidak hanya diukur dari jumlah hasil panen, tetapi juga dari keberlanjutan produksi dan kesejahteraan petani. Kolaborasi antara pemerintah, petani, dan para pemangku kepentingan diharapkan terus diperkuat untuk mendukung ketahanan pangan dan kemajuan pertanian Indonesia.
Copywriter: Rafi





